Aktualinside.com, Puruk Cahu- Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, diguncang serangkaian bencana alam akibat hujan deras yang tak kunjung reda sejak akhir pekan lalu. Banjir bandang, tanah longsor, dan kerusakan infrastruktur seperti jembatan menjadi dampak utama yang mengganggu aktivitas masyarakat di berbagai kecamatan. Ribuan warga terdampak, dengan evakuasi darurat dilakukan di beberapa desa.
Menurut laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), curah hujan di wilayah ini mencapai 50-75 mm per hari, memicu luapan Sungai Barito dan aliran air deras di sungai-sungai kecil. Banjir bandang merendam setidaknya tujuh kecamatan, termasuk Murung, Tanah Siang, Laung Tuhup, dan Sumber Barito. Enam desa di tiga kecamatan dilaporkan terisolasi akibat genangan air setinggi 1-2 meter, memaksa ratusan warga dievakuasi ke tempat pengungsian sementara di Muara Sompoi dan sekitarnya.
Selain banjir, tanah longsor terjadi di sejumlah titik rawan, seperti Jalan Pelita Mayong (dua lokasi), turap Taman Makam Pahlawan Puruk Cahu, dan lereng-lereng perbukitan di Kecamatan Tanah Siang Selatan. Longsor ini tidak hanya memutus akses jalan lintas Gunung Mas-Puruk Cahu, tetapi juga merusak infrastruktur vital. Paling parah, beberapa jembatan hancur akibat terpaan air banjir dan longsor, termasuk Jembatan Sanggrahan di Kecamatan Murung serta jembatan penghubung Desa Sungai Lunuk dan Desa Tino Talih di Kecamatan Tanah Siang. Debit air yang masih tinggi membuat kondisi ini berpotensi memburuk, dengan pemerintah daerah menutup sementara akses tersebut demi keselamatan warga.
Bupati Murung Raya, Heriyus Midel Yoseph, yang baru menjabat sejak Februari 2025, langsung turun ke lapangan pada Sabtu (4/10/2025) untuk meninjau dampak bencana secara langsung. Didampingi tim Dinas Pekerjaan Umum dan Penanggulangan Bencana (BPBD), Heriyus memeriksa kerusakan jembatan dan longsor di Taman Makam Pahlawan, serta berkoordinasi dengan warga terdampak.
“Kami prioritaskan evakuasi dan perbaikan darurat. Masyarakat diimbau waspada, hindari area rawan, dan selamatkan barang berharga,” ujar Heriyus saat di lokasi, menekankan langkah cepat untuk memulihkan akses transportasi.
Pemerintah kabupaten Murung Raya telah mengalokasikan anggaran darurat untuk perbaikan infrastruktur dan bantuan logistik, termasuk makanan, obat-obatan, dan tenda pengungsian. Polres Murung Raya juga mengerahkan personel untuk pengamanan lalu lintas dan evakuasi, sementara DPRD setempat mengimbau warga tetap waspada selama musim hujan berlangsung.
Hingga kini, belum ada laporan korban jiwa, tetapi kerugian material diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah. BMKG memperingatkan potensi bencana lanjutan hingga akhir minggu ini, dengan curah hujan tinggi masih mendominasi wilayah Kalimantan Tengah. Masyarakat dihimbau memantau informasi resmi dari pemerintah daerah untuk keselamatan.(*)




